Norma Moral Kristiani

-Katekese Singkat-

Iman tanpa moral itu kosong. Iman tanpa perbuatan (baik) itu mati (Yakobus).

Di tengah arus kebebasan, berbicara tentang norma atau hukum cenderung tidak enak. Konotasi norma dan hukum cenderung membatasi kebebasan. Ini tentu tidaklah salah.

Adanya norma itu karena kebutuhan hidup bersama. Manusia tidak hidup sendiri. “No man is an island.” Maka, norma dibutuhkan agar hidup bersama tidak menjadi liar dan saling merusak apalagi saling menghancurkan. Maka, dalam arti itu norma memang membatasi kebebasan seseorang demi tercapainya tujuan hidup bersama yang damai, adil dan saling menghargai.

Jadi tujuan adanya norma adalah kepentingan dan kebaikan bersama. Norma yang tidak menjamin kebaikan bersama pada dasarnya kehilangan daya ikatnya.

Ada 4 ciri norma moral dalam Gereja Katolik:
(1). Norma itu mesti dapat diterima akal sehat (reasonable).
(2). Norma itu dinyatakan secara publik (promulgated).
(3). Norma itu diumumkan oleh pihak yang memiliki otoritas moral (pemimpin Gereja) sehingga menjadi ajaran resmi.
(4). Norma itu untuk kepentingan dan kebaikan umum bukan individual (for the common good).

Arti kata norma sendiri adalah ukuran atau pegangan yang bisa dipakai untuk menilai sesuatu itu benar atau salah. Karena sifatnya publik dan resmi, maka norma itu mengikat kepentingan bersama.

Nah norma moral itu apa? Norma moral itu ukuran atau pegangan yang dipakai untuk menuntun hidup orang di jalan yang baik sesuai ajaran iman Katolik. Singkatnya, norma moral itu ukuran untuk menilai apakah sesuatu itu baik atau buruk.

Contoh norma moral Kristiani adalah Sepuluh Perintah Allah (Ten Commandments atau Dekalog) Yang diringkaskan sebagai Hukum Kasih (Cintailah Tuhan Allahmu dan sesamamu) seperti yang diajarkan Kristus.

Dari situ, Gereja merumuskan ajaran moral yang menjawab situasi dan tantangan jaman. Norma moral terus berkembang, tetapi jiwa dan semangatnya tetap sama yakni ajaran cinta kasih yang disampaikan oleh Yesus Kristus. Maka bagi kita, Yesus Kristus adalah sumber dari segala norma moral.

Syalom
eMYe

-ditulis oleh eMYe-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *