Jangan Mencari Kekayaaan Namun Carilah Kesucian

Marto

Selama hidup saya, ada dua kesempatan dimana saya berada di tengah-tengah umat Paroki St. Isidorus Sukorejo. Sebelumnya, saya malang melintang bekerja di proyek pengairan Kulon Progo, karyawan PTPN XVIII, lalu sempat juga mengikuti program pemerintah transmigrasi ke Lampung pada tahun 1976 sampai 1984.

Pertama kali di Sukorejo, pada tahun 1969 sampai tahun 1976, saya bertugas sebagai koster Gereja St. Isidorus. Romo yang bertugas disana adalah Romo F. Knetsch, SJ dan dilanjutkan Rm. Aloysius Rochadi Pradjasuta, SJ. Hidup sebagai koster, saya sangat senang karena bisa tinggal di gereja, mengenal saudara-saudara yang seiman, ikut misa setiap pagi, dan jalan-jalan ke stasi dan wilayah. Selain melakukan tugas-tugas di gereja, saya juga bekerja sebagai tukang. Saya masih ingat, waktu itu turut serta dalam pembangunan gedung SD Kanisius Sanjaya(1). Kemudian di tahun 1976, saya sempat meninggalkan Paroki Santo Isidorus Sukorejo karena transmigrasi ke Lampung. Setelah beberapa tahun di Lampung kemudian saya kembali lagi ke Sukorejo.

Saya kembali lagi ke lingkungan Gereja saat Romo Mikhael Windyatmaka, SJ bertugas sebagai pastor paroki. Saat itu saya bukan lagi sebagai koster namun pekerja serabutan. Pekerjaan saya masih di seputar Gereja dan ikut membangun dan memperbaiki kapel yang ada di sekitar Sukorejo. Sejak mulai pertama bekerja sebagai koster, saya merasakan setiap hari selalu senang. Apalagi jika saya bertemu dengan romo yang sering memberi uang  yaitu Romo Knetsch dan Romo Prajasuta.

Saat saya bekerja sebagai tenaga serabutan setelah dari Lampung, romo yang bertugas juga sangat memperhatikan dan mempedulikan saya. Romo yang saya ingat waktu itu Romo Mikhael, Romo Yadi, Romo Roni, dan Romo Agus.  Saya tidak pernah mengalami duka karena saya nderek Yesus, nggih bungah mawon.”

Untuk umat Paroki Sukorejo, saya berharap semua bisa rukun, menjalankan misa dengan hormat, jika bisa silahkan mengikuti misa setiap pagi, jika tidak bisa silahkan mengikuti misa mingguan. Sesungguhnya dalam hidup ini kita jangan mencari kekayaan namun kesucian. Jika sudah tiba saatnya, kita bisa menghadap dengan tenang, “nderek Gusti saklawase.”

 

Sukorejo, 03 Agustus 2017

Bernadus Rajiman Marto Wiharjo

Pernah bekerja sebagai Koster dan pekerja lepas di Paroki Santo Isidorus Sukorejo

 

-diambil dari Buku Kenangan 90 tahun Paroki St. Isidorus Sukorejo-

Masih suka belajar menulis;

masih juga suka ambil foto & video pakai HP jelek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *