DEKALOG

-Katekese Singkat-

Dekalog artinya “Sepuluh Sabda” yang juga dikenal sebagai Sepuluh Perintah Allah. Musa menuliskan Sepuluh Sabda itu ke dalam loh batu yang kemudian disimpan dan dihormati sebagai dalam Tabut Perjanjian. Tuhan Allah hadir di dalam sabdaNya itu.

Allah yang dialami sebagai Allah Penyelamat ingin agar rahmat keselamatan itu dijaga dalam umatNya. Tanpa rahmat keselamatan itu umat akan terceraiberai dan mengalami kehancuran. Oleh karena itu Allah memberikan Dekalog kepada Musa agar menjadi pegangan dalam menjaga rahmat keselamatan itu.

Isinya apa? Setiap orang Katolik mestinya sudah tahu ini sebagai hukum kasih yang bisa dikelompokkan dalam pilar-pilar hidup bersama sebagai Umat Allah.

Pilar Pertama/ Dasar : Hormat pada Allah

Kepercayaan pada Allah dan mengandalkan Allah merupakan dasar hidup orang beriman (perintah 1, 2 dan 3).

1. Hormatilah Aku Tuhan Allahmu. Sembahlah Aku sebagai satu-satunya Allah yang menyelamatkanmu.

2. Jangan menyebut nama Tuhan tanpa rasa hormat.

3. Hormatilah Hari Tuhan.

Ketiganya ini sebagai hukum yang erat kaitannya. Menghormati Tuhan nyata juga dalam sikap bakti kita kepadaNya. Sikap bakti menumbuhkan rasa hormat akan nama dan kuasaNya. Maka, aneh apabila orang mengaku percaya akan Tuhan tetapi tidak memiliki sikap bakti kepadaNya. Beriman kepadaNya berarti juga hidup dalam sikap bakti kepadaNya. Sikap bakti itulah yang mengungkapkan cinta kita padaTuhan.

Pilar Kedua: Hormat pada Kehidupan

Pilar kedua (perintah 4 dan 5) merupakan pilar penting untuk keberlangsungan hidup manusia dan umat. Tanpa pilar ini semua relasi antar manusia pada dasarnya kehilangan dasarnya (raison d’etre).

4. Hormatilah ibu bapamu

5.Jangan membunuh

Menghormati orangtua yang melahirkan kita juga berarti menghormati hidup yang diberikan Tuhan. Hormat terhadap sesama yang paling hakiki adah hormat pada pribadi dan hidupnya. Oleh karena, membunuh merupakan pelanggaran berat.

Pilar Ketiga: Hormat atas Pribadi & Jatidiri Orang

Lebih konkret lagi, prioritas hormat pada sesama dinyatakan pada sikap menghargai pribadinya. Sebab setiap pribadi merupakan gambaran Allah (citra Allah, Kej. 1:6-7). Ini termuat pada perinta ke-6 dan ke-9).

6. Jangan berzinah;

9. Jangan mengingini isteri/suami orang lain.

Menghormati pribadi setiap orang menuntun pada perlakuan yang yang adil pada martabatnya. Hormat pada realitas bahwa kita diciptakan sebagai manusia yang konkret, laki-laki dan perempuan ataupun kenyataan seksualitas yang lain.

Siapapun dia dengan segala kecenderungan seksualitasnya adalah ciptaan Tuhan dan pantas dihormati. Setiap tindak pelecehan berarti merendahkan Tuhan sendiri. Setiap pribadi itu suci, siapa pun dia. Dosa merendahkan martabat orang lain sama saja merendahkan martabat diri sendiri.

Pilar Keempat: Hormat atas Hak Milik

Setiap orang memiliki hak-hak yang sama, termasuk hak milik untuk kebutuhan hidupnya. Pilar ini meliputi perintah 7 dan 10.

7. Jangan mencuri;

10. Jangan mengingini harta milik orang lain.

Pemenuhan hak milik pribadi tidak boleh sampai merusak atau bahkan merampas hak milik pribadi orang lain. Mengambil hak milik orang itu merupakan ketidakadilan, yang merusak rasa hormat pada sesama.

Pilar Kelima: Kejujuran

Memelihara dan membangun kehidupan bersama mesti dengan semangat ketulusan dan kejujuran. Maka, pilar ini tidak bisa diabaikan dalam hidup bersama kita. Ini dirumuskan dalam perintah ke-8.

8. Jangan bersaksi dusta

Hidup bersama tidak bisa dibangun atas dasar dusta. Kalau dengan dusta kita membangun relasi, maka relasi itu rapuh. Dusta itu rapuh bahkan bisa menghancurkan diri sendiri. Tetapi kejujuran itu teguh.

Oleh karena itu, kejujuran perlu menjadi keutamaan atau kekuataan moral kita dalam beriman. Agar menjadi keutamaan moral kejujuran perlu dipupuk sebagai kebijaksanaan. Jujur tidak sama dengan polos. Jujur itu mendengarkan suara hati yang mau melindungi martabat kita sebagai manusia, citra Allah.

Semoga ini berguna bagi kita untuk terus setia memelihara rahmat keselamatan kita yang sudah kita terima melalui Yesus Kristus.

Doa Singkat:

“Selamatkanlah kami Ya Tuhan dari tangan mereka yang masih membenci kami, ya Tuhan. Tuntunlah kami di jalan kasihMu, dalam Kristus Yesus, Pengantara kami. Amin. “

Salam,
eMYe

-ditulis oleh eMYe-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *