Jalan Salib Alam, OMK Paroki St. Antonius Padua Kendal

Dua kendaraan asing, berupa 1 truk Polisi dan 1 truk Satpol PP tampak menyusuri hutan karet menuju desa Gebangan pada Sabtu pagi (17 Maret 2018). Cuaca mendung pagi hari itu tidak menyurutkan semangat beberapa pengurus lingkungan Gebangan untuk menyambut tamu mereka. Rombongan OMK Paroki St. Antonius Padua Kendal memang sengaja datang dengan menumpang 2 mobil asing tersebut.

Setelah melakukan segala persiapan dalam beberapa bulan belakangan, akhirnya terpilih hari Sabtu bertepatan dengan libur hari raya Nyepi untuk berkunjung ke desa Gebangan dan melaksanakan Jalan Salib Alam.

Jalan Salib Alam

Jiwa para kader muda Gereja Katolik Paroki St. Antonius Padua Kendal yang masih penuh dengan semangat ini, berkeinginan untuk mengembangkan diri dalam hidup rohaninya dengan melakukan Jalan Salib Alam di desa Gebangan. Dengan pendampingan beberapa tokoh umat Kendal serta dua Romo, yaitu Rm. Yohanes Sunaryadi, Pr dan Rm. Alexander Joko P, Pr, mereka berjalan kaki dari Kapel St. Paulus Gebangan menuju ke bukit cinta, sebagi titik puncak.

Bukan sekedar melaksanakan Jalan Salib sebagai sebuah ritual, para kader muda ini menggagas sebuah Jalan Salib di Alam, dengan menyusuri jalan-jalan setapak, bahkan tidak jarang mereka dapati medan yang susah dilalui. Terlihat sekali kekompakkan di antara mereka untuk bisa melalui jalan-jalan yang susah.

Terdapat 7 pos perhentian sepanjang jalan yang mereka lalui, selain membaca doa dan renungan jalan salib, di dalam pos-pos ini mereka akan melakukan Simulasi Rohani. Simulasi rohani demikian mereka menyebutnya, diberikan oleh para pendamping dengan tema sesuai dengan peristiwa sengsara Yesus. Di dalam simulasi rohani, kira-kira 40 orang peserta yang sudah dibagi dalam beberapa kelompok ini diajak untuk merenungkan dan memaknai setiap peristiwa dalam kehidupan, termasuk mencintai alam, mensyukuri kehidupan, bahkan juga diajarkan untuk menumbuhkan semangat nasionalis dalam diri peserta.

Pada akhir perjalanan, yaitu di bukit cinta, yang menjadi puncak perjalanan, mereka menanam pohon yang sudah dipersiapkan dan dibawa sepanjang perjalanan. SD.

“Tetap semangat dan setia dalam pelayanan untuk kemajuan Gereja, OMK generasi penerus Gereja” . SD.

Medan yang sulit bukan menjadi penghalang untuk tetap setia melayani dan memperjuangkan kemajuan Gereja.

Kerjasama kelompok untuk bisa mencapai tujuan, saling membantu dan melengkapi.

Renungan dan doa pada pos perhentian 2.

Kelompok diajarkan untuk bisa saling percaya yang membantu, pemimpin harus bisa mengarahkan seluruh anggotanya.

Rm. Alexander Joko P, Pr beserta Rm. Yohanes Sunaryadi, Pr, yang setia mendampingi para muda.

Romo Sun, demikian para umat memanggilnya, Romo Sun juga setia mengikuti perjalanan dan mendampingi para penerus Gereja ini.

Dalam perjalanannya, anak-anak muda ini memunguti sampah yang dijumpai, sebagai wujud kepedulian kepada Alam.

Simulasi Rohani berupa renungan yang diberikan oleh pendamping, Bapak Horeg.

Renungan dan doa pada pos perhentian 1.

Pendamping beserta umat Lingkungan Gebangan menunggu peserta di puncak bukit cinta.

Masih suka belajar membuat liputan;

masih juga suka ambil foto & video pakai HP jelek.

Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia 2018

Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) tahun 2018, diperingati secara berbeda oleh umat Paroki St. Isidorus Sukorejo. Kali ini Gereja mengadakan Penerimaan Sakramen Minyak Suci kepada beberapa umat yang sedang sakit dan lansia. Sebanyak 75 umat dari Sukorejo dan sekitarnya sengaja datang untuk merayakan Perayaan Ekaristi hari Sabtu (10 Februari 2018) dan menerima Sakramen Minyak Suci dari tangan Rm. Thomas Septi Widhiyudana, SJ. Kebanyakan dari mereka adalah para lansia.

Melihat dari sejarahnya, Bapa Paus Yohanes Paulus II menetapkan tanggal 11 Februari menjadi HOSS, bertepatan dengan Pesta Bunda Maria dari Lourdes, karena banyak peziarah di Lourdes yang menerima kesembuhan melalui doa Bunda Maria. Bersama Bunda Maria, umat Paroki St Isidorus juga berdoa untuk kesembuhan, kekuatan, dan kesabaran bagi umat yang sedang sakit. Melalui kegiatan ini diharapkan Gereja bisa menjadi tanda kehadiran Tuhan serta memberikan harapan bagi para penderita Sakit.

Dalam penutup kotbahnya Rm. Thomas mengatakan bahwa penerima Sakramen Minyak Suci bukan hanya mereka yang sedang menghadapi ajal, tetapi bisa diberikan kepada mereka yang dalam kondisi sakit serius, akan menghadapi operasi besar dan kepada para lansia. (sd)

Masih suka belajar membuat liputan;

masih juga suka ambil foto & video pakai HP jelek.