Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia 2019

Paroki St. Isidorus Sukorejo memperingatan Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) tahun 2019 pada hari Minggu, 17 Februari 2019. Peringatan HOSS kali ini disiapkan dan dikoordinir oleh Sr. Maria Yuliana, SND dan dr. Irene Sulasih selaku timja kesehatan, yang masuk pada bidang kemasyarakatan dalam susunan Dewan Paroki. HOSS dilaksanakan di 2 lokasi, yaitu di Gereja Katolik St. Isidoruspada pagi hari  dan di Gereja Hyang Triniji Suci Ngaliyan pada sore hari.

HOSS di Sukorejo

HOSS di Gereja Katolik St. Isidorus Sukorejo dilaksanakan bersamaan dengan Misa Novena ke-5 Pembangunan Keluarga dan Taman Doa Keluarga Kesayangan Allah. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Albanus Padmawardaya, SJ. Pada kesempatan itu diberikan sakramen pengurapan orang sakit kepada sekitar 135 umat yang sedang sakit maupun para lansia, dan beberapa umat yang memang membutuhkan. Umat yang menerima Sakramen Pengurapan berasal dari Sukorejo, Gebangan, Plantungan, Bendosari, Pageruyung, dan Kalimanggis.

Panitia bersama dengan KSR PMI Kec. Sukorejo memberikan pelayanan penjemputan kepada umat yang mengalami kesulitan untuk bisa datang ke Gereja. Dengan menggunakan mobil ambulance milik Puskesmas Pageruyung, personil dari KSR PMI di dampingi oleh Ibu dr. Irene Sulasih menjemput umat di dusun Sapen. Pasien harus tetap berada di brankar (bed), karena kondisi kesehatannya, sehingga sepanjang Ekaristi pasien didampingi oleh personil KSR dan panitia.

 

HOSS di Ngaliyan

Selain di Gereja induk Sukorejo, HOSS tahun ini juga diadakan di Gereja Ngaliyan. Umat yang akan menerima Sakramen Pengurapan  berasal dari wilayah Ngaliyan, Lingkungan St. Agustinus Krandegan, Lingkungan St. Yusuf Pilangsari, dan Lingkungan St. Agustinus Gemuh Singkalan. Sekitar 165 umat yang sakit, dan lansia menerima Sakramen Pengurapan dari tangan Rm. Thomas Septi Widhiyudana, SJ dan Rm. Albanus Padmawardaya, SJ.

Sama seperti yang dilakukan di Sukorejo, panitia dibantu oleh personil KSR Kec. Sukorejo memberikan pelayanan untuk menjemput umat yang membutuhkan dari rumah menuju Gereja. Kali ini umat yang harus dijemput cukup banyak, karena kebanyakan umat di wilayah Ngaliyan adalah lansia.

 

Pemberian Penghargaan Kepada Sahabat Relawan PMI Kec. Sukorejo

Gereja memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para anggota KSR (Korps Sukarela) PMI Kec. Sukorejo. Para relawan ini sudah membantu dalam proses evakuasi umat yang akan mengikuti kegiatan HOSS di Sukorejo dan Ngaliyan. Sebelumnya mereka juga sudah dengan tulus dan setia membantu beberapa kegiatan di Paroki antara lain: pengobatan gratis, donor darah, gathering, pesta paroki, dan pengembangan kepribadian anak-anak Asrama Manik Hargo. Semoga dengan kehadiran mereka umat semakin bisa memahami pentingnya berbagi, melayani dengan tulus tanpa melihat latar belakang. SD.

Masih suka belajar membuat liputan;

masih juga suka ambil foto & video pakai HP jelek.

Hari Minggu Panggilan & Perayaan Hari Kartini

Hari Minggu Panggilan

Tiga suster, dua Romo, serta satu Uskup tampak masuk kedalam Gereja Katolik St. Isidorus Sukorejo pada hari Minggu, 22 April 2018. Ke-enam biarawan dan biarawati tersebut mengikuti perarakan masuk dibelakang misdinar. Mereka adalah anak-anak PIA di Gereja Katolik St. Isidorus yang memakai kostum layaknya seorang biarawan dan biarawati. Senyum, dan perasaan bangga menjadi seorang biarawan dan biarawati sangat tampak terlihat pada wajah mereka, meskipun salah satunya menjawab “tidak” saat Rm. Thomas Septi Widhiyudana, SJ, menanyakan apakah berkeinginan untuk menjadi seorang Romo saat besar nanti.

Semangat dari ke-enam anak ini disambut dengan sharing pengalaman panggilan oleh Sr. Maria Asumta, SND. Suster Asumta menceritakan suka duka selama hidup membiara, dan berharap ada generasi muda yang bisa menggantikan beliau kelak.

Perayaan Hari Kartini

Gereja mencoba untuk memberikan penghargaan dan perhatian kepada para wanita di Paroki St. Isidorus Sukorejo. Berbeda dengan Perayaan Ekaristi biasanya, hari ini Gereja dipadati oleh umat yang mengenakan baju adat nasional. Para laki-laki menunjukkan semangat untuk melayani dengan menjadi petugas liturgi pada Perayaan Ekaristi kali ini.

Seusai Perayaan Ekaristi dilaksanakan lomba kostum (keluwesan) di aula Gereja. Lomba ini diikuti oleh para wanita yang telah mengenakan pakaian adat nasional. Selain lomba, juga dibagikan beberapa doorprize dari sumbangan umat. SD (foto dari berbagai sumber).

Masih suka belajar membuat liputan;

masih juga suka ambil foto & video pakai HP jelek.

Perarakan Minggu Palma 2018, Gereja Katolik St. Isidorus Sukorejo

Sudah menjadi tradisi kira-kira 3 tahun belakangan ini, di Paroki St. Isidorus Sukorejo untuk mengadakan perarakan Minggu Palma. Jarak yang ditempuh memang tidaklah jauh, kira-kira 500 m. Perarakan diawali dari halaman SD Kanisius Sanjaya dan berakhir di Gereja Paroki.

Perarakan Minggu Palma tahun 2018 ini dipimpin oleh Rm. Paulus Agung Wijayanto, SJ. Antusias masyarakat sekitar tidak kalah dengan semangat umat Paroki St. Isidorus Sukorejo yang mengikuti perarakan. Mereka menunggu di sepanjang jalan untuk menyaksikan perarakan. sd.

Masih suka belajar membuat liputan;

masih juga suka ambil foto & video pakai HP jelek.

Karnaval Kecamatan Sukorejo 2017

Rombongan Karnaval Gereja Katolik St. Isidorus Sukorejo

Gereja Hadir Untuk Melayani Dengan Kasih

Sembilan puluh tahun, bukan usia sudah matang, namun juga bukan sebentar. Gereja Katolik Santo Isidorus Sukorejo, selama ini sudah membaktikan diri untuk melayani sesama.

Hadir diantara masyarakat dengan banyak keyakinan, umat Gereja berusaha memberikan yang terbaik, menjunjung tinggi toleransi dan tidak menutup mata terhadap kaum miskin dan lemah.

Sebagai umat yang baik, kita tetap menunjukkan budaya leluhur, menjaga dan melestarikannya.

Sembilan puluh tahun lamanya sejak Paroki Santo Isidorus berdiri, sudah banyak yang kami lakukan, namun masih banyak juga yang harus kami lakukan.

Kami hidup dengan cinta kasih, berbuat yang terbaik dengan cinta kasih, dan disambut dengan cinta kasih pula, karena demikianlah yang diajarkan Tuhan, untuk senantiasa memberikan kasih dan kedamaian.

Sembilan puluh tahun lamanya kami bersama masyarakat dan sampai saat ini kami masih diijinkan untuk tetap berkarya.

Kami bersyukur, marilah kita mewujudkan peradaban kasih.

Terimakasih Tuhan, terimakasih saudara-saudara, terimakasih Indonesia.

Masih suka belajar membuat liputan;

masih juga suka ambil foto & video pakai HP jelek.